![]() |
| Foto : Google |
Salah satu produk Agribisnis andalan Indonesia adalah kopi. Saat ini produktifitas kopi di Indonesia sudah masuk kategori terbesar nomor 3 di Dunia, setelah Brazil dan Vietnam. Beberapa daerah di Indonesia yang terkenal sebagai sentral kopi terbesar di Indonesia adalah Aceh, Medan, Temanggung, Banyuwangi dan berbagai daerah lain di pelosok Nusantara.
Secara kuantitas produk kopi Indonesia memang terhitung cukup besar, namun sayangnya secara kualitas kopi Indonesia sebagian besar masih kalah dengan beberapa negara lain. Hal ini dipengaruhi beberapa faktor yakni :
Faktor pemanenan :
Sebagian besar petani kopi di Indonesia memilih untuk memanen kopi nya dalam bentuk setengah matang. Hal ini disebabkan oleh kebutuhan ekonomi yang mendorong petani untuk memanen kopi nya lebih cepat. Selain itu faktor tenaga juga menjadi pertimbangan, karena jika hanya memanen kopi yang merah saja waktu yang dibutuhkan cenderung bertele-tele, bisa jadi setiap hari waktunya dihabiskan hanya untuk memanen sedangkan. Tentunnya fase pemanenan ini sangat menentukan kualitas kopi yang dihasilkan. Kopi yang dipanen pada saat setengah matang atau bahkan masih hijau akan menghasilkan biji kopi yang kurang bagus, biasannya ketika diselep biji kopi akan pecah dan warnannya pun tidak seragam. Hal ini akan berpengaruh terhadap rasa kopi dan harga.
Untuk mengatasi hal tersebut dibutuhkan pembinaan intensif kepada petani dengan cara melakukan sosialisasi tentang pengolahan kopi yang baik dan membantu untuk memasarkan hasil kopi tersebut.
Faktor Budidaya dan Perawatan :
Salah satu kunci sukses untuk memproduksi kopi dengan kualitas tinggi adalah dalam hal budidaya. Tanaman kopi yang ditanam harus seragam dalam hal varietas bibitnya. Beberapa varietas kopi yang terkenal di Indonesia adalah arabika dan robusta.
Selain faktor jenis bibit, faktor pemeliharaan juga cukup penting untuk dikuasai. Tanaman yang jarang dipangkas cabangnya akan menghasilkan buah yang cenderung kecil dan kurang produktif. Oleh karena itu dibutuhkan juga sosialisasi agar petani bisa menerapkan budidaya kopi secara lebih baik.
Apabila kedua hal tersebut sudah dilakukan dengan baik, maka kemungkinan besar angka produksi kopi di Indonesia akan meningkat dengan kualitas tinggi. Setelah bisa membuat produk dengan kualitas yang siap bersaing, maka hal yang harus diperhatikan selanjutnya adalah pada cara pemasaran. Untuk menghadapi Persaingan Pasar Bebas Asean 2015 hendahknya kita mampu menghasilkan produk kopi yang siap dipasarkan dengan kualitas yang baik dengan harga yang bersaing. Dalam Asean sendiri Vietnam merupakan saingan terberat bagi Indoneisa. Oleh karena itu dibutuhkan upaya untuk memproduksi kopi dengan kualitas yang baik dan dalam jumlah yang lebih besar, agar meningkatkan taraf ekonomi Indonesia khususnya petani kopi.
Saat ini sudah ada beberapa pengolah kopi yang sudah mampu mengolah kopi secara proffesional. Seperti kelompok tani Kopi Nusantara yang berpusat di Kec. Gesing Kab. Temanggung yang telah mampu mengekspor kopinya berbagai daerah di Eropa dan Asia dan Kelompok tani kopi di kawasan Wisata Alam Poseong di Tlahab Temanggung. Yang juga sudah go Internasional. Menariknya Kelompok tani di Tlahab Kab. Temanggung menggabungkan sektor pertanian dan sektor pariwisata. Sejauh ini sudah cukup banyak wisatawan asing yang datang ke tempat tersebut, Mahasiswa Korea Selatan salah satu contohnya.
Kedepan, hendaknya pemerintah lebih memperhatikan pembangunan dalam bidang pertanian termasuk dalam komuditas kopi. Hal ini serah dengan Garis Besar Haluan Negara (GBHN) Yakni Indonesia akan fokus dalam hal pembanguan ekonomi yang menitikberatkan pada sektor pertanian.
Sumber :
Wawancara dengan beberapa pengolah kopi proffesional di Kabupaten Temanggung

No comments:
Post a Comment